Senin, 04 Juni 2012

Tahap Pembelajaran Model LC

Dalam setiap model atau metode pembelajaran tentunya ada tahap-tahap dalam proses pembelajaran. secara singkat tahapan pembelajaran Learning cycle (LC)terdiri dari fase Eksplorasi, Eksplanasi, Elaborasi, dan Evaluasi. berikut ini merupakan tahapan model LC menurut Fajaroh, Fauziatul dan Dasna 2007 yaitu:
1. Identifikasi tujuan pembelajaran yaitu menyosialisasikan tujuan yang harus dicapai dalam proses pembelajaran.
2. Engagement, yaitu mempersiapkan peserta didik agar terkondisi dalam menempuh fase berikutnya dengan jalan mengeksplorasi pengetahuan awal (knowlagde) dan ide-ide mereka serta untuk mengetahui kemungkinan terjadinya miskonsepsi pada pembelajaran sebelumnya. Dalam fase engagement ini minat dan keingintahuan (curiosity) pebelajar tentang topik yang akan diajarkan berusaha dibangkitkan. Pada fase ini pula pebelajar diajak membuat prediksi-prediksi tentang fenomena yang akan dipelajari dan dibuktikan dalam tahap eksplorasi.
3. Exploration, yaitu peserta didik diberi kesempatan untuk bekerja sama dalam kelompok-kelompok kecil tanpa pengajaran langsung dari guru untuk menguji prediksi, melakukan dan mencatat pengamatan serta ide-ide melalui kegiatan-kegiatan seperti praktikum dan telaah literatur.
4. Explaination, yaitu peserta didik mempresentasikan hasil eksplorasinya kepada kelas dengan cara mereka. Guru harus mendorong siswa untuk menjelaskan konsep dengan kalimat mereka sendiri, meminta bukti dan klarifikasi dari penjelasan mereka, dan mengarahkan kegiatan diskusi. Pada tahap ini pebelajar menemukan istilah-istilah dari konsep yang dipelajari
5. Elaboration, yaitu siswa terlibat dalam diskusi dan akan timbul hal-hal yang baru terkait materi yang dipresentasikan. Pemahaman yang telah didapatkan dikembangkan dalam diskusi tersebut. Pada fase inilah guru berperan untuk memperbaiki miskonsepsi yang dialami anak didiknya.
6. Evaluation, yaitu dilakukan evaluasi terhadap efektifitas fase-fase sebelumnya dan juga evaluasi terhadap pengetahuan, pemahaman konsep, atau kompetensi pebelajar melalui problem solving dalam konteks baru yang kadang-kadang mendorong pebelajar melakukan investigasi lebih lanjut. Untuk mengetahui pemahaman siswa, dilakukan tes kecil.