Sabtu, 28 Januari 2012

Pergerakan Tanaman

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI TUMBUHAN
“Pergerakan Tanaman”





Oleh :
Nama : Andi Widodo
Npm : 08320912
Prodi : Biologi A




FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO
2011



I. Topik : Pergerakan Tanaman
II. Hari / Tanggal : Senin, 23 Mei 2011
III. Tujuan :
1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan pergerakan tanaman
2. Untuk mengetahui beberapa jenis pergerakan tumbuhan
3. Untuk mengetahui sifat pergerakan pada tanaman



IV. Dasar Terori :
Menurut Annonimus (2008), bahwa Tumbuhan tidak mempunyai sistem syaraf, tetapi tumbuhan tetap mempunyai kemampuan untuk menerima rangsang & memberikan reaksi terhadap rangsang tersebut. Tumbuhan peka terhadap rangsang sentuhan / mekanik, cahaya, air, suhu, gravitasi, dan zat kimia. Fototropisme adalah gerak tropisme yang disebabkan oleh rangsangan berupa cahaya matahari. Fototropisme disebut juga heliotropisme. Fototropisme merupakan adaptasi tumbuhan untuk mengarahkan tajuknya ke arah cahaya matahari yang sangat penting untuk berlangsungnya proses fotosintesis.

Menurut Annonimus (2009), bahwa fototropisme ini berkaitan erat dengan zat tumbuh yang terdapat pada ujung tumbuhan yang disebut auksin. Pada sisi batang yang terkena cahaya, zat tumbuh lebih sedikit daripada sisi batang yang tidak terkena cahaya. Akibatnya, sisi batang yang terkena cahaya mengalami pertumbuhan lebih lambat daripada sisi batang yang tidak terkena cahaya sehingga batang membelok ke arah cahaya.
Menurut Elisa (2006:206), bahwa Gerak pada tumbuhan terjadi karena proses tumbuh atau karena rangsangan dari luar. Walaupun tidak memiliki alat indra, tumbuhan peka terhadap lingkungan sekitarnya. Tumbuhan memberi tanggapan terhadap rangsangan yang berasal dari cahaya, gaya tarik bumi dan air.

Menurut Soerga (2009:45), bahwa Setiap makhluk hidup bisa bergerak walaupun sangat lamban karena salah satu ciri makhluk hidup adalah bergerak. Pergerakan tumbuhan dapat disebabkan oleh adanya rangsangan/stimulus yang berasal dari luar. Arahgerakanbisamendekatiataujugabisamenjauhirangsangan.

Menurut Salisbury (1995:89)
bahwaFototropismeadalahgerakbagiantumbuhankarenarangsangancahaya.
Menuju kearah cahaya disebut fototropisme positif.Misalnya gerak ujung batang tumbuhan yang membelok kea rah datangnya cahaya.Geotropisme adalah
gerak bagian tumbuhan karena pengaruh gravitasi bumi (geo = bumi). Jika arah geraknya menuju rangsang disebut geotropisme positif, misalnya gerakan akar menuju tanah. Jika arah geraknya menjauhi rangsang disebut geotropisme negatif, misalnya gerak tumbuh batang menjauhi tanah.Hidrotropisme adalah gerak bagian tumbuhan karena rangsangan air (hidro = air). Jika gerakan itu mendekati air maka disebut hidrotropisme positif. Misalnya, akar tanaman tumbuh bergerak menuju tempat yang banyak airnya ditanah. Jika tanaman tumbuh menjauhi air disebut hidrotropisme negatif. Misal, gerak pucuk batang tumbuhan yang tumbuh keatas air.
Ada pula tumbuhan yang peka terhadap sentuhan dan zat kimia. Tanggapan tumbuhan terhadap rangsangan-rangsangan tersebut di atas disebut daya iritabilitas atau daya peka terhadap rangsangan.

V. Alat Dan Bahan
Percobaan I : Fototropisme
 Biji kacang hijau
 Polybag kecil
 Tanah
 Kotak karton berlubang
Percobaan II : Geotropisme
 Biji kacang hijau
 Kotak Kaca
 Tanah
Percobaan III : Hydrotropisme
 Air
 Biji kacang hijau
 Kotak kaca
 Tanah





VI. Cara Kerja
Percobaan I : Fototropisme
 Membersihkan tanah dari kotoran-kotorannya, lalu isikan ke dalam kantung polybag
 Menanam beberapa biji kacang hijau yang telah direndam sebelumnya ke dalam polybag
 Membuat sebuah kotak dari karton yang berlubang pada salah satu sisinya, lalu menutupnya di atas polybag
 Meletakan polybag pada ruangan terbuka, dan mengamati pergerakan tanamannya setelah beberapa hari
Percobaan II : Geotropisme
 Membersihkan tanah dari kotoran-kotorannya, lalu memasukannya ke dalam kotak kaca s.d ¾ volumenya
 Merendam biji kacang hijau, lalu menanamnya di dalam kotak kaca, mengusahakan agar letak biji pada pinggiran pot, dan terlihat dari luar
 Membiarkannya tumbuh selama 2 hari, perhatikan pertumbuhan akar terjadi
 Memiringkan kotak kaca sedemikian rupa, mengamati pertumbuhan akar.
Percobaan III : Hydrotropisme
 Membersihkan tanah dari kotoran-kotorannya lalu menuangkannya ke dalam kotak kaca
 Merendam biji kacang hijau selama ± 15 menit, lalu menanamnya ke dalam kotak kaca, menanam biji hanya pada bagian pinggir saja (pada sudut-sudut kotak)
 Menyisihkan tanah sedemikian rupa sehingga bagian tengah tanah menjadi kosong.
 Menyiram hanya pada bagian tanah yang kosong saja
 Mengamati sikap akar pada hari berikutnya.

VII. Data Hasil Pengamatan















VIII. Deakripsi Data
Dilihat pada gambar diatas yaitu percobaan yang pertama mengenai gerak fototropisme dimana biji kacang hijau ditanam pada aqua yang ditutupi dengan kertas karton selama tanaman itu akan tumbuh. pada gerak fototropisme semua biji kacang hijau yang tumbuh menuju kearah datangnya cahaya matahari. Kemudian pada percobaan yang kedua yaitu pada gerak geotropisme dimana pada percobaan ini juga akar tanaman kecambah pada bagian akar semuanya tumbuh menuju kebawah. Pada batang tanaman semua tumbuh menuju keatas. Pada gerak geotropisme ini terdapat geotropism positif dan geotropisme negatif, dimana geotropisme positif ini menunjukan gerak tumbuh akar yang menuju kebawa atau kepusat bumi sedangkan geotropisme negatif menunjukan gerak tumbuh tanaman yang menuju keatas atau kearah datangnya cahaya matahari. Selanjutnya pada percobaan yang ketiga yaitn gerak Hidritropisme dimana akar biji tanaman kecambah tumbuh kearah datangnya air (hidrotropisme positif).

IX. Pembahasan
Salah satu aktivitas dari suatu tanaman adalah bergerak. Dimana Gearak pada suatu tanamanberbeda dengan gerak pada hewan. Adapun gerak pada tanaman antara lain adalah dapat berupa bengkoknya dahan dan akar, dimana terjadi pula perpindahan pada tanaman tingkat rendah antara lain pada daun suatu tanaman. Pada pengamatan topik diatas yaitu pergerakan pada tanaman dimana pada pergerakan fototropisme. Gerakan foto trpisme dipengruhi oleh adnya rangsang berupa cahaya matahari. Dr hsil prktikum terbukti bhwa tanaman akan membengkok kearah datangya chaya ketika tanaman berada dalm kondisi gelap. Selain itu gerakan tanaman tersebut tersebut dapat dipengaruhi oleh adanya gerak higroskopis yaitu gerak yang dapat ditimbulkan oleh adanya pengaruh kadar air misalnya gerak membukanya kotak pada spora dan pecahnya buah tanaman pada polong. Selain itu juga dapat dipengaruhi oleh gerak esionom yaitu gerak yang dapat dipengaruhi oleh adanya rangsangan dari luar. Dalam hal ini pada gerak esionom dapat juga dibagi lagi menjadi gerak tropisme yaitu gerak pada bagian tumbuhan yang dapat dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan. Gerak tropisme positif apabila mendekati rangsangan dan tropisme negatif apabila menjauhi rangsangan. Bentuk gerak tropisme antara lain dapat berupa fototropisme atau heliotropisme, geotropisme, tigmotropi atau haptotopri (rangsang yang berupa rangsangan), dan hidrotropi. Gerak taksis yaitu gerak berpindahnya seluruh tubuh tumbuhan yang dipengaruhi oleh suatu rangsang, dapat berupa bentuk tropisme biasanya terdapat gerak taksis positf dan negatif, dimana bentuk gerak taksis positif dapat berupa fofotaksis dan kemotaksis. Selain itu juga terdapat gerak nasti yang dapat mempengaruhi pergerakan pada tanaman yaitu gerak pada bagian tumbuhan yang tidak dipengaruhi oleh arah rangsangan. Gerak nasti biasanya disebabkan karena terjadinya perubahan tekanan turgor, akibat pemberian rangsangan. Gerak nasti dapat dibagi menjadi gerak nigtinasi yaitu rangsang yang berasal dari daerah gelap,seismonasti yaitu rangsangan sentuhan atau mekanik, nasti kompleks yaitu gerak yang berasal bukan hanya pada satu rangsangan misalnya suatu peristiwa gerak membuka dan menutupnya sel-sel penutup pada stomata dan rangsangan tersebut dapat berasal dari cahaya, suhu, air dan zat kimia lainnya.Walaupun tidak memiliki alat indra, tumbuhan peka terhadap lingkungan sekitarnya. Tumbuhan dapat memberikan tanggapan terhadap rangsangan yang berasal dari cahaya, gaya tarik bumi, dan air. Ada pula tumbuhan yang peka terhadap sentuhan dan zat kimia. Tanggapan tumbuhan terhadap rangsangan-rangsangan tersebut diatas disebut daya iritabilitas atau daya peka terhadap rangsangan. Gerak pada bagian tumbuhan yang arahnya dipengaruhi oleh arah rangsang disebut tropisme. Gerak tropisme dapat terjadi karena gerak tumbuh-tumbuhan. Berdasarkan jenis rangsangan disebut yang diterima oleh tumbuhan tropisme dapat dibedakan menjadi fototropisme,geotropisme, hidrotropisme dan tigmotropisme.

Fototropisme yaitu bila cahaya yang dating dari atas tumbuhan, tumbuhan akan tumbuh tegak mengarah keatas. Cotohnya tanaman kecambah. Dimana pada Tanaman kecambah yang di letakkan di dalam ruangan dan mendapat cahaya dari samping, ujung batangnya akan tumbuh membengkok kearah datangnya cahaya. Pada tumbuhan, bagian yang peka terhadap rangsangan adalah bagian ujung tunas. Bila gerak tersebut mengarah kesumber rangsangan disebut fototropisme positif, misalnya gerak tumbuh ujung tunas kearah cahaya. Sedangkan gerak yang menjauhi sumber rangsangan disebut fototropisme negatif, misalnya gerak tumbuh akar yang menjauhi cahaya. Geotropisme akar selalu tumbuh kearah bawah akibat rangsangan gaya tarikbumi (gayagravitasi). Gerak tumbuh akar ini merupakan contoh lain dari gerak tropisme. Gerak yang disebabkan rangasangan gaya gravitasi disebut geotropisme. Karenagerakakar di akibatkan oleh rangsangan gaya tarik bumi (gravitasi) danarah gerak menuju arah datangnya rangsangan, maka gerak tumbuh akar disebut geotropism positif. Sebaliknya gerak organ tumbuhanlain yang
Menjauhi pusat bumi disebut geotropism negatif. Contoh lain dari geotropism adalah gerak tumbuh pada bunga kacang. Pada waktu bunga mekar, geraknya menjauhi pusat bumi, maka termasuk geotropism negative .Tetapi setelah terjadi pembuahan, gerak bunga kemudian kebawah menuju tanah kepusat bumi dan berkembang terus menjadi buah kacang tanah. Dengan demikian, terjadi perubahan gerak tumbuh pada bunga kacang tanah. Sebelum pembuahan adalah geotropism negative dan setelah pembuahan adalah geotropism positif. Pertumbuhan bunga ini dipengaruhi oleh peranan hormone pertumbuhan. Hidrotropisme gerak tropisme yang lainnya adalah gerak tumbuh akar yang dipengaruhi oleh ketersediaan air tanah. Biasanya akar tumbuh lurus kearah bawah untuk memperoleh air dari dalam tanah. Akan tetapi, jika pada arah ini tidak terdapat cukup air, maka akar akan tumbuh membelok kearah yang cukup air. Dengan demikian, arah pertumbuhan mungkin tidak searah dengan gaya tarik bumi. Gerak akar menuju sumber air disebut hidrotropisme positif.







X. Kesimpulan
1. Pergerakan tanaman adalah suatu proses bergeraknya/ bengkoknya dahan dan akar menuju kearah datangnya rangsangan, semua itu dapat terjadi karena dapat dipengaruhi oleh adanya gerak higroskopis yaitu gerak yang dapat ditimbulkan oleh adanya pengaruh kadar air
2. Jenis-jenis pergerakan pada tumbuhan antara lain yaitu :
• Gerak autonom atau gerak endonom
• Gerak paratonis atau gerak etionom,
3. Sifat pergerakan pada tanaman yaitu dapat berupa :
- Fototropisme
- Hidrotropisme
- Geotropisme








DAFTAR PUSTAKA

Annonimus. 2008. PengertianPergerakanTanaman. (online). http://yahoo answer.com. Diaksespadatanggal 29 Mei 2011.Pukul 20.00 WIB
Annonimus. 2009. Pergerakantumbuhan. (online). http://google.co.id. Diaksespadatanggal 29 Mei 2011.Pukul 20.30 WIB
Dwidjoseputro. 1990. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta: Gramedia
Elisa. 2006. PenuntunFisiologiTumbuhan. Bandung: ITB
Salisbury. 1995. PolaPergerakanTanaman. Jakarta :Erlangga
Soerga. 2009. FisiologiTumbuhanJilid 2. Bandung : ITB