Senin, 19 November 2012

"Maxima" Mesin Pemotong Padi


Musim panen telah tiba. Biasanya para petani akan disibukkan dengan aktivitas panen raya yang cukup melelahkan. Tak terkecuali para petani desa Braja Emas, Kecamatan Way jepara, Lamtim. Namun musim panen kali ini berbeda, para petani yang tidak ingin repot-repot alias bercapek-capek memanen padinya kini ada mesin pemanen padi yang lebih praktis. Maxima Padi, Mesin ini didatangkan dari kecamatan natar, yaitu dari sebuah PT lupa saya namanya, belum sempat Tanya, He.



Cara kerja mesin ini hampir sama dengan buldoser, membutuhkan sedikitnya 5 orang untuk sebagai kuli. 2 orang bertugas ikut naik dan menampung padi, dan 3 orang bertugas menjahit karung yang telah penuh dengan padi. Dalam kerjanya mesin ini hanya membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit untuk 1/4 hektar sawah. Relative cukup cepat dibandingkan dengan tenaga borongan yang dilakukan oleh manusia. Hanya saja kendala yang dialami jika memanen dengan menggunakan mesin ini petani harus mengeluarkan tenaga tambahan untuk mengangkut padi, karena kuli atau petugas yang mengikuti mesin tidak cukup banyak, selain itu jika musim hujan dan sawah berawa mesin ini tidak bisa beroperasi karena kondisi tanah yang kurang keras. Selain dari kelemahan-kelemahannya, mesin ini juga menuai protes dari pemborong. Pasalnya para pekerja pemborong merasa dirugikan dengan adanya mesin pemanen padi ini. Mereka merasa tersaingi denagan adanya mesin ini. Di lain pihak para petani merasa senang karena dengan adanya mesin ini dirasa sangat membantu. Sebagian petani yang tidak memiliki rombongan merasa susah untuk mencari tenaga pemborong. Tenaga pemborong biasanya lebih memprioritaskan untuk kerja di rombongan mereka masing-masing. Sedangkan petani yang tidak punya rombongan, mau tidak mau harus mengandalkan mesin ini, atau rela menunggu kesiapan para pemborong gingga padinya rapuh.