Senin, 04 Juni 2012

Tugas Pembuatan Tape Ganyong

Tape merupakan makanan yang banyak dijumpai di berbagai tempat di indonesia, tak terkecuali di kota metro. Tapai juga merupakan makanan yang cukup digemari hampir setiap kalangan masyarakat kita. Biasanya tapai di manfaatkan oleh manusia untuk berbagai jenis olahan makanan, diantaranya untuk campuran es doger, pembuatan kue tapai. Bahan baku pembuatan tapai Biasanya berupa singkong atau ketan.
Tapai sebenarnya merupakan bahan pangan yang mengandung karbohidrat yang difermentasi dengan mikroba Saccharomyces cerevisiae. Mikroba ini akan mengubah karbohidrat dari bahan apa pun menjadi gula. Kalau fermentasi berlanjut, gula ini akan terfermentasi lagi hingga menjadi alkohol. Kalau proses pembuatannya tidak bersih dan steril, maka tapai akan tercemar bakteri Acetabecter aceti hingga rasanya masam. Baik mikroba Saccharomyces maupun bakteri Acetabecter, sama-sama terdapat di udara bebas di kawasan tropis. Dari konsep dasar pembuatan tapai diatas, maka kami mencoba melakukan percobaan sederhana mengenai pembuatan tapai dengan variasi media berupa umbi ganyong (Canna edulis ).
Ganyong adalah tanaman umbi-umbian yang termasuk dalam tanaman dwi tahunan (2 musim) atau sampai beberapa tahun, hanya saja dari satu tahun ke tahun berikutnya mengalami masa istirahat, daun-daunnya mengering lalu tanamannya hilang sama sekali dari permukaan tanah. Pada musim hujan tunas akan keluar dari mata-mata umbi atau rhizomanya. Ganyong sering dimasukkan pada tanaman umbi-umbian, karena orang bertanam ganyong biasanya untuk diambil umbinya yang kaya akan karbohidrat, yang disebut umbi disini sebenarnya adalah rhizoma yang merupakan batang yang tinggal didalam tanah. Tanaman ini berasal dari Amerika Selatan, tapi sekarang tanaman ini telah tersebar dari Sabang sampai Merauke. Terutama di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali, tanaman ini telah diusahakan penduduk walaupun secara sampingan. Kandungan karbohidrat ganyong memang tinggi, setara dengan umbi-umbi yang lain, namun lebih rendah daripada singkong, tetapi karbohidrat umbi dan tepung ganyong lebih tinggi bila dibandingkan dengan kentang, begitu juga dengan kandungan mineral kalsium, phosphor dan besi. Dengan demikian ganyong sangat tepat bila digunakan untuk keragaman makanan sebagai pengganti beras. Telah kita ketahui bahwa banyak orang yang membuat tapai dari singkong atau ketan, dan rasanya pun sangat memuaskan. Sehubungan dengan hal tersebut, maka kami melakukan percobaan membuat tapai dengan media yang berbeda yaitu menggunakan umbi ganyong (Canna edulis Kerr). Dilakukan media yang berbeda guna untuk mengetahui rasa dan tekstur mana yang lebih baik. Selain itu, menggunakan umbi ganyong dapat dijadikan sebagai bahan alternatif dalam pembuatan tapai.